Selamat datang di Langen Budoyo Salatiga, Blog Pendidikan Seni Tarian Daerah Jawa Tengah
Tampilkan postingan dengan label Kebudayaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kebudayaan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Maret 2011

Mari Mengenal Tari Gambang


Tari Gambang Berasal dari Semarang, Jawa Tengah, Kesenian ini merupakan perpaduan antara tari dengan diiringi alat musik dari bilah-bilah kayu dan gamelan jawa yang biasa disebut “Gambang”, sehingga tari ini lebih banyak disebit tari Gambang Semarang.

Di Semarang Biasanya Taruan ini Muncul pada event-event tertentu, Misal : Festival Dugderan, Festifal Jajan Pasar.

Tari Gambang Semarang telah ada sejak tahun 1930 dengan bentuk paguyuban yang anggotanya terdiri dari pribumi dan peranakan Cina dengan mengambil tempat pertunjukan di gedung Pertemuan Bian Hian Tiong di Gang Pinggir.

Jenis alat musik yang dipakai adalah kendang, bonang, kempul, gong, suling, kecrek, gambang serta alat musik gesek (konghayan/tohyan/biola). Disamping musik ada penari dan penyanyinya.

Mari kita Pertahankan kesenian daerah ini dan juga yang lainnya sebagai wujud kepedulian kita terhadap Kebudayaan Bangsa Indonesia

Sumber: http://semarang.go.id/pariwisata/index.php?

Asal usul Tari Jaranan

Tari Jaranan Turangga Yaksa berasal dari kata turangga yang berarti kuda dan yaksa yang berarti raksasa. Diilhami dari upacara adat Baritan yang hidup di daerah Dongko Kabupaten Trenggalek, yang mana di dalam penyelenggaraan terdapat penyajian tari jaranan.

Upacara adat Baritan merupakan bentuk upacara desa yang bertujuan untuk memohon kepada Hyang Widi (Tuhan penguasa alam) agar para hewan ternaknya dapat terhindar dari segala penyakit, ada juga sumber yang menyatakan bahwa Tari Jaranan Turonggo Yakso ini menceritakan tentang kemenangan warga desa dalam mengusir marabahaya atau keangkaramurkaan yang menyerang desanya.

Kesenian Tari Jaranan Turangga Yaksa akhirnya mulai dikenal sebagai kesenian asli Trenggalek yaitu pada tahun 80-an hingga sekarang, namun bersamaan dengan perkembangan jaman, tarian tersebut sudah banyak yang dikembangkan oleh para Koreografer menjadi tarian yang disajikan lebih beraam dan unik.

Untuk itu kiranya layak bila kita ikut peduli mempertahankan budaya kesenian taria Jaranan ini sebagai tarian Negeri kita sendiri

Sumber: Diolah dari berbagai data

Tari Gambyong dan Asal usulnya



Tari Gambyong merupakan tarian tradisional khas Jawa Tengah yang telah ada sejak dulu. Konon, Tari Gambyong tercipta dari nama Gambyong, seorang penari yang hidup pada zaman Kesunanan Surakarta berada di bawah pemerintahan Sinuhun Paku Buwono keenam sekitar tahun 1800-an. Di Surakarta, Gambyong dikenal sebagai sosok wanita yang cantik jelita.

Begitu cantiknya paras Gambyong, nama sang penari itu terkenal hingga ke lingkungan Kesunanan Surakarta. Atas permintaan Sinuhun Paku Buwono keenam, Gambyong ketika itu pernah mengadakan pertunjukan di lingkungan Kesunanan Surakarta. Sejak saat itulah, tarian yang dimainkan oleh Gambyong itu dikenal dengan nama Tari Gambyong.
Awalnya, Tari Gambyong hanya dimainkan di lingkungan Kesunanan Surakarta sebagai pertunjukan hiburan bagi Sinuhun Paku Buwono keenam dan tari penyambutan ketika ada tamu kehormatan berkunjung ke Kesunanan Surakarta.
Namun seiring dengan perkembangan jaman, tarian ini juga dimainkan sebagai hiburan pertunjukan bagi masyarakat luas. Biasanya, tari Gambyong dimainkan ketika warga Jawa Tengah menyelenggarakan pesta pernikahan adat. Sebagai promosi budaya Jawa Tengah, Gambyong juga seringkali dimainkan di beberapa daerah selain Surakarta, seperti di Jakarta dan lain-lain.

Seperangkat gamelan Jawa yang terdiri dari gong, gambang, kendang, serta kenong menjadi musik pengiring pertunjukan Tari Gambyong. Dari sekian banyak alat musik, yang dianggap sebagai otot tarian Gambyong yakni Kendang. Karena selama pertunjukan berlangsung, Kendang itu yang menuntun penari Gambyong untuk menari mengikuti lantunan tembang atau lagu berbahasa Jawa.

Gerakan para penari wanita yang lemah gemulai menjadi ciri khas dari Tari Gambyong yang konon, gemulai gerak dari tarian itu menunjukkan sikap dan watak para wanita Jawa Tengah yang identik dengan lemah gemulai. Kesan tersendiri juga dapat anda temukan ketika penari Gambyong menampilkan perpaduan gerak tangan dan kaki sambil memainkan sehelai kain selendang yang dikalungkan di leher.

Gambaran kelembutan sikap dan watak wanita Jawa Tengah tidak hanya terlihat dari gerak tariannya, melainkan juga dari tata rias penarinya. Selama pertunjukan berlangsung, penari Gambyong mengenakan pakaian khas penari wanita Jawa Tengah yakni kain kemben dengan bagian bahu terbuka sebagai atasan dan kain panjang bermotif batik sebagai bawahan. Dalam pertunjukan Gambyong, penampilan penari Gambyong juga dinilai memiliki peran penting. Konon, semakin cantik paras penarinya, keistimewaan dari pertunjukan Gambyong dapat diperoleh.


Smoga kita Khususnya Orang Jawa Tengah dapat melestarikan kebudayaan kita

Sumber: Dari berbagai Kutipan